Pembentukan Kader Adiwiyata Smp Negeri 25 Semarang Tahun 2026 Berjalan Lancar Dan Penuh Semangat Peduli Lingkungan

 

Semarang, 22 April 2026 — SMP Negeri 25 Semarang sukses menyelenggarakan kegiatan Pembentukan Kader Adiwiyata pada Selasa, 22 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis sekolah dalam memperkuat budaya peduli lingkungan sekaligus membentuk generasi muda yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup.

Kegiatan ini berada di bawah kepemimpinan Ketua Adiwiyata, Ibu Sudarwati, S.Pd., dengan Wakil Ketua Bapak Akhmad Yusup, S.S., Gr. Dalam sambutannya, Ibu Sudarwati menekankan pentingnya peran aktif seluruh warga sekolah, khususnya siswa, dalam mendukung program Adiwiyata sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan.

“Melalui pembentukan kader Adiwiyata ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” ujar beliau.

Pelaksanaan kegiatan ini dikoordinatori oleh tim yang terdiri dari Bapak Irfan Nurani, S.Pd., Ibu Risma Wulan Aprillia, S.Psi., dan Ibu Bethy Shilvya Romantier, M.Pd. Ketiganya berperan aktif dalam mengarahkan jalannya kegiatan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme.

Peserta kegiatan ini adalah siswa-siswi SMP Negeri 25 Semarang yang terpilih sebagai kader Adiwiyata. Mereka diharapkan menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah, mengedukasi teman sebaya, serta turut aktif dalam berbagai kegiatan berbasis lingkungan.

Salah satu rangkaian acara yang menarik adalah sesi berbagi pengalaman oleh siswa atas nama Muhammad Rasyid Nandana Riyadi. Dalam kesempatan tersebut, Rasyid membagikan pengalamannya mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian lingkungan. Ia menyampaikan pentingnya kesadaran diri dalam menjaga kebersihan serta mengajak teman-temannya untuk memulai dari hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan kelas.

“Menjaga lingkungan itu bukan hal besar yang sulit, tapi dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” ungkap Rasyid dengan penuh semangat.

Untuk mendukung kelancaran koordinasi antar kader dan tim pembina, sekolah juga membentuk grup komunikasi melalui aplikasi WhatsApp. Grup ini berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, koordinasi kegiatan, serta monitoring program Adiwiyata secara lebih efektif dan terstruktur.

Kegiatan pembentukan kader Adiwiyata ini diharapkan menjadi awal yang kuat dalam membangun budaya sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Dengan adanya kader-kader Adiwiyata yang aktif dan berkomitmen, SMP Negeri 25 Semarang optimis dapat terus meningkatkan kualitas lingkungan sekolah serta mempertahankan predikat sebagai sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Melalui semangat kebersamaan dan kepedulian yang ditanamkan sejak dini, diharapkan para siswa dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang peduli terhadap keberlangsungan lingkungan hidup.